Bagaimana Karakter Pria Bajingan yang tidak pantas dinikahi

Bagaimana Karakter Pria Bajingan yang tidak pantas dinikahi

Halooo sahabat i Core semuanyaaaa... Apakah sahabat i Core sedang bingung mencari cari informasi yang terkait dengan Bagaimana Karakter Pria Bajingan yang tidak pantas dinikahi?. Jangan khawatir sahabat i Core semuanya,,, Kali ini i Core akan membagikan informasi yang berkaitan dengan Bagaimana Karakter Pria Bajingan yang tidak pantas dinikahi. Semoga sahabat i Core suka yaaaa... langsung saja di simak informasinya di bawah ini....

Menikah adalah sebuah hubungan sakral yang dibina oleh satu pasangan dimana keduanya terikat selama-lamanya. Pernikahan tidak bisa dijadikan sebagai sarana untuk bercanda atau dimainkan begitu saja.

Untuk itu, bila tujuan menjalin kedekatan kamu bersama dengan dirinya adalah untuk menikah. Maka mungkin analisis apakah beberapa karakter buruk ini ada pada dirinya? Bila memang ya, maka mungkin kamu harus siap meninggalkannya.

Pria yang Tak Bisa Move On

Menjalin hubungan asmara dan menaikannya pada satu level lebih tinggi dengan hubungan pernikahan sama artinya dengan memulai sebuah hidup yang baru. Dimana ikatan sakral ini akan menjadi tali yang membuat kamu dan pasangan setuju untuk menghabiskan sisa hidup satu dengan yang lainnya tanpa ada orang lain.

Lantas apa jadinya bila pria yang kamu nikahi rupanya belum bisa move on dari masa lalunya? Selama bersamamu meski ada dalam hubungan perkawinan kehidupannya masih dibayang-bayangi oleh masa lalu yang besar. Sosok wanita lain yang pernah ia cintai di masa mudanya dulu masih membendungi pikiran dan hatinya. Hal inilah yang membuat fokusnya seringkali terbagi kepadamu.

Hal semacam ini akan tentu menghambat kebahagiaan yang kamu bina bersama dengan calon suamimu kelak. Kamu pun akan mungkin dibuat kecewa dan sering sakit hati karena perasaan dan cintanya masih terbagi bersama dengan orang lain..

Untuk itulah sebelum kamu memutuskan membawa hubunganmu ke jenjang yang lebih serius. Maka perhatikan dengan baik bahwa kamu perlu menganalisis apakah priamu sudah move on atau mungkin masih dibayang-bayangi dengan cinta dan semua hal yang indah di masa lalunya. Selain akan menyakitkan, pria yang tak bisa move on pun akan cenderung menjadikan kamu bahan perbandingan dan ini akan sangat menyakitkan.

Pria yang Tak Pernah Merasa Puas

Ya, dia memang mengatakan bahwa ia mencintai kamu apa adanya. Ia pun tak segan untuk memberikan banyak pujian dari hal-hal sepele yang kamu lakukan untuknya. Akan tetapi, ketika diajak untuk membicarakan mengenai masa depan ia akan seolah merasa tidak siap dengan semua ini.

Ia pun sudah dengan jelas mengatakan padamu bahwa ia tidak akan bisa menikahi kamu dengan alasan ia masih belum bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Semua yang ia katakan tidaklah jelas dan pada intinya ada banyak hal yang menjadikan semua rencana yang telah kamu bangun bersama terdengar kurang jelas bersama dengannya. Atau bahkan pria mu terlihat seringkali tergoda ketika melihat seseorang yang jauh lebih menarik daripada dirimu.

Ini adalah tipikal pria yang tak pernah merasa puas maka tidak heran bila ketika membicarakan masa depan ia seringkali merasa tidak percaya diri karena ia sendiri tahu bahwa mungkin ada hal yang jauh lebih menyenangkan dan lebih menarik perhatiannya dibandingkan hanya terikat dalam satu hubungan seumur hidup.

Bila priamu memiliki sifat yang satu ini maka mungkin mau tidak mau kamu perlu membuat keputusan dengan tegas. Apalagi untuk kamu yang sudah merencanakan untuk mencari pasangan hidup dan membina rumah tangga bersama dengan dirinya.

Kurang Percaya Pada Dirinya Sendiri

Ketika menghadapi banyak hal bahkan hal yang sepele sekalipun ia mudah sekali dihadapkan pada rasa minder yang besar. Dan sedikit-sedikit ia pun seringkali menyalahkan dirinya sendiri hanya karena banyak hal tak sesuai dengan harapan dan keinginannya. Hal ini seringkali membuat kita merasa tidak enak dan selanjutnya maka kita akan berusaha untuk menenangkan dan memberikan pengertian padanya.

Hal diatas memang mungkin menjadi hal yang wajar dialami oleh setiap pasangan. Sebab pada dasarnya hubungan yang sehat adalah mereka yang mampu saling menguatkan satu dengan yang lainnya sehingga semua hal dan masalah yang ada didalam hubungan kalian akan mampu diatasi dengan lebih baik.

Akan tetapi, ketika ia adalah seseorang yang merasa kurang percaya dengan dirinya sendiri dan seringkali menyalahkan dirinya sendiri. Maka mungkin hal semacam ini akan mungkin membuat kamu seringkali frustasi. Kamu butuh seorang pria yang mampu membimbing kamu bukan seseorang yang perlu kamu urusi seperti anakmu sendiri.

Itulah mengapa ia pun harus percaya dengan dirinya sendiri untuk bisa melanjutkan kehidupannya dan untuk menjalin hubungan denganmu. Selain itu, pria yang tidak percaya dengan dirinya sendiri akan mungkin sulit dalam mengambil keputusan. Sementara setelah menikah nanti priamulah yang bertanggung jawab menjadi kepala keluarga nantinya.

Pria yang Tak Siap Berhubungan Serius

Ketika hasrat dan impianmu sudah mantap untuk mencari seorang pendamping hidup. Maka mungkin ketika mencari seorang pacar atau pasangan penting sekali untuk kamu menganalisis dengan baik bagaimana kualitas diri dari si pasangan. Hal ini dikarenakan menikah adalah komitmen seumur hidup yang berjalan dalam jangka yang panjang.

Ketika kamu memutuskan untuk menikah dengan seseorang yang bahkan tak mau untuk diajak serius maka tidak ada jaminan yang baik bila rumah tangga yang kamu jalani akan berumur panjang dan kamu akan bahagia didalamnya.

Pria yang tak siap dengan hubungan yang serius adalah mereka yang masih ingin main-main. Pria semacam ini kerap kali menginginkan petualangan cinta dan menjajaki banyak hubungan untuk mereka jadikan sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.

Pada intinya pria yang belum siap untuk diajak berhubungan serius adalah karakter paling penting untuk kamu hindari. Karena mungkin seberapa tampan dan mapannya seorang pria ketika kamu mengharapkan hubunganmu menjadi lebih serius sementara dia masih ingin main-main. Maka bukan tidak mungkin kamu pun hanya menjadi persinggahannya saja dan ini akan cukup membuang-buang banyak waktu berharga kamu.

ABG Tua

Pria dengan tipikal yang satu ini adalah mereka yang umumnya sudah berusia lebih matang. Misalkan kita ambil contoh seorang pria dengan usia 40-an namun ia masih senang bermain dengan teman-temannya yang berusia 25 tahun. Ia pun tak segan untuk berpesta dan bersenang-senang dengan mereka.

Meski usianya terbilang sudah tidak muda lagi namun kelakuannya masih seperti anak-anak dan hal semacam ini akan kurang pantas mengingat usianya sudah tak lagi semuda dulu.

Nah, untuk kamu yang memiliki pria semacam ini dan ia pun cenderung masih senang berpesta pora atau bahkan menggoda perempuan maka mungkin penting untuk kamu pertimbangkan lagi membawa priamu ke pelaminan. Sebab menikahi pria semacam ini hanya akan membuat kamu cepat merasa jengkel.

Dalam rumah tangga biasanya kebanyakan wanita memilih pria yang lebih tua usianya. Dengan harapan seorang pria dapat menjadi seorang imam dan pembimbing dalam keluarga. Sehingga impian dan cita-cita kehidupan rumah tangga yang dijalani akan dapat dicapai dengan baik. Namun ketika priamu masih senang main-main maka mungkin impian tersebut hanyalah sebatas angan-angan.

Ia yang Seringkali Mengeluhkan Hal yang Sepele

Meskipun terkesan manis dan lucu ketika ia seringkali merasa kesal dengan beberapa hal yang kecil. Namun perlahan dan lama-kelamaan seseorang yang seringkali mengeluh meski karena hal yang kecil akan mungkin membuat kita jengkel dan kesal.

Ketika macet ia mengeluh, ketika kamu melupakan hal yang kecil ia marah, bahkan ketika hujan diluar sana ia pun akan seringkali mengeluh karena banyak hal. Nah, perkara semacam ini akan mungkin membuat kamu terpengaruh karena energi yang kurang baik yang diberikan oleh pasanganmu. Hal ini akan mungkin membuat kamu mudah stress dan memicu pertengkaran.

Apalagi setelah menikah tentunya ada lebih banyak hal yang jauh lebih penting untuk diurusi dibandingkan hanya dengan mengurusi satu masalah yang tidak penting. Selain itu, perilaku mengeluh pun cenderung adalah perilaku yang terlalu kanak-kanak. Sementara didalam hubungan pernikahan kedewasaan untuk saling mengerti adalah hal penting yang perlu dimiliki masing-masing pasangan.

Ia Mudah Bosan Namun Tidak Berusaha Untuk Mengatasi Kebosanan Tersebut

Setiap orang yang menjalin hubungan pasti pernah menjumpai titik bosan atau jenuh dalam dirinya. Apalagi untuk hubungan yang sudah berjalan dengan cukup lama maka mungkin rasa jenuh akan semakin beresiko. Akan tetapi, rasa bosan pada masing-masing orang dalam sebuah hubungan bukanlah sebuah permasalahan yang cukup besar. Sebab hal ini akan tergantung pada masing-masing orang dalam menyikapinya.

Ketika seseorang mampu menyikapi rasa bosan dengan santai dan menemukan solusi untuk kembali mendapatkan rasa cinta yang besar maka kebosanan tersebut akan dapat sirna dan kembali mendapatkan rasa sayang yang hangat.

Namun seorang pria yang mudah bosan dalam sebuah hubungan namun ia tidak berusaha untuk mengatasi kebosanannya tersebut mungkin bukanlah jodoh yang baik untuk kamu jadikan sebagai pasangan hidup.

Related Post