Cinta Bukan Kata Sifat

Cinta Bukan Kata Sifat

Alhamdulillah Maha suci Allah yang menciptakan persoalan – persoalan bagi kita, yang dengan persoalan itu seharusnya kita jadi tambah ilmu, tambah pengalaman, tambah wawasan dan tambah iman. Ada kalanya hidup tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getirpun menjadi rasa yang tertuai.
Baik, Sahabat SC pada artikel ini kita akan membicarakan 'Cinta", Siap?? Yuk simak artikel ini yaa...
Dahulu ada kamu pernah bilang bahwa cinta itu bukan hanya kata sifat, tapi itu juga merupakan kata kerja. Hmm, mungkin memang bukan kamu yang mengatakan hal demikian itu, tapi diantara kalian yang membaca ini pasti sadar akan hal itu, sadar bahwa cinta itu bukan hanya sesuatu yang tak terlihat, cinta butuh bukti iya nggak Sahabat SC?. Apakah Sahabat SC tak setuju dengan pernyataanku? maka kusarankan teruskan membaca jika kamu tak setuju, in syaa Allah tidak percuma jika kamu teruskan, kamu akan mendapatkan sebuah tulisan yang bermakna.
 
Cinta itu kata kerja. Dan karena itu kata kerja, maka butuh sesuatu yang terlihat, kamu tidak bisa asal menyebut seseorang mencintai pasangannya bila belum ada satu bukti pun yang menunjukkan kebenaran cintanya itu. Itu sebabnya tidaklah patut bagi seorang perempuan percaya pada laki-laki yang suka mengumbar kata dan menyatakan cinta padanya jika laki-laki tersebut belum mampu menunjukkan bukti keseriusannya.
"Dan kami pasti akan menguji  kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah – buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang – orang yang sabar"  
(Q.S Al baqarah : 155 )

" Apakah mereka mengira bahwa mereka akan di biarkan hanya dengan mengatakan "kami telah beriman" dan mereka tidak di uji? Dan sungguh, kami telah menguji orang – orang sebelum mereka, maka Alloh pasti mengetahui orang – orang yang benar dan pasti mengetahui orang – orang yang dusta" ( Q.S Al Ankabut 2- 3 )

Allah Subhanahu wa ta'ala menguji manusia yang telah mengatakan "kami telah beriman". Dan apakah cinta itu harus ada ujiannya juga? IYA!!!. Sekali lagi kukatakan bahwa "Cinta Selalu Berjuang??", Karena hidup itu warna warni. ada  suka,  ada  juga duka, ada tertawa ada menangis. Kamu dan aku akan terus berhadapan  dengan  ujian. Lalu ujian seperti apa yang hadir untuk cinta? sesuai tingkatan kemampuan seseorang dalam memikulnya, setiap manusia pasti memiliki episodenya masing-masing. Ujian untuk seorang anak kelas 3 SMA takkan sama dengan anak kelas 6 SD. Sebenarnya tak jadi masalah seperti apa ujian cinta itu datang, namun masalah yang utama adalah sikap yang akan kau tunjukkan terhadap ujian tersebut.

Apakah laki-laki itu akan tetap menjemput jika hujan badai menghadang? Apakah laki-laki itu akan terjerumus jika ada perempuan lain yang mendekatinya? Apakah laki-laki itu akan tetap sayang jika tahu ia punya banyak kekurangan? Apakah laki-laki itu akan tetap setia menunggu dalam pengabaian? Apakah laki-laki itu akan tetap berani datang ke rumah ketika mengetahui bahwa ayahnya galak? Itu ujian untuk menunjukkan apakah Cinta itu sungguh cinta atau hanya bualan belaka.

Lalu tentang niat. Ini terdengar sepele tapi sangat penting dan menentukan. Karena bagi orang yang tidak lulus ujian ini, tidak ada pahala atau kebaikan atas mereka kecuali atas apa yang mereka harapkan itu. Misalnya, jika sekarang kamu berlatih bela diri untuk bersiap-siap jika tiba masanya Jihad berperang melawan Yahudi nanti, maka kamu akan dapati pahala setiap kali kamu berlatih. Tapi akan berbeda hasilnya jika kamu berlatih hanya untuk mendapatkankan perhatian gadis-gadis. Kamu tidak akan mendapatkan apapun kecuali apa yang kuharapkan.

"Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk kami menguji mereka siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya" ( Q.S al Kahfi  : 7 )

Namun Allah Subhanahu wa ta'ala adalah Dzat Yang Maha Baik. Bagi kamu yang terpilih, kamu akan disadarkan bahwa ujianmu itu bukanlah ayng tersulit. Sebuah contoh sederhana, ketika kamu kehilangan sepasang alas kakinya, sandal atau sepatu atau bahkan kaos kaki saja, pada detik itu mungkin kau merasa mendapat musibah, mungkin kamu juga termasuk orang yang sering mengeluhkan ujian-ujian kecil seperti ini, namun ketika kamu melihat orang yang kehilangan kakinya, tak memiliki tangannya, kamu akan mampu  bersyukur. Kenapa? Karena jelas kamu hanya hanya kehilangan alas kaki saja, sementara saudaramu kehilangan kaki yang tidak ternilai harganya. Ketika itu juga kamu mendapatkan kekuatan untuk menempuh ujianmu. Begitupun masalah ujian cinta, yang harus terus kamu yakini bahwa getirnya cinta, tidaklah menandakan rahmat Allah telah sirna, perihnya ujian cinta, bukanlah isyarat bahwa kemurkaan Allah sedang menggelayuti kehidupan ini. Sebaliknya, getir dan perihnya rasa cinta yang kau rasakan dapat menjadi tanda bahwa Allah sedang menguji seperapa besar cinta untuk cinta. Dan atau mungkin Allah sedang menghapus dosa, karena ada dosa yang tidak bisa di hapuskan kecuali oleh rasa getir dan perih. Ada  dosa  yang tidak  bisa terhapus hanya oleh air mata penyesalan. Ketika pedihnya terasa, disanalah dosa akan terampuni.

Bila air dari gelas tumpah, apalah perlunya pikiran dan hati tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan berlarut-larut. Biarlah semuanya terjadi sesuai dengan ketetapan Allah. Kuatkan pikiranmu untuk mencari air yang baru. Dengan demikian, Insya Allah tumpahnya air akan menjadi keuntungan karena kamu mendapatkan pahala sabar serta pahala ikhtiar. Apa yang memang menjadi jatahmu di dunia, entah itu Cinta, rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milikmu, kamu takkan pernah memilikinya. Meski kita mati-matian mengusahakannya, bahkan meski kamu nyaris mendapatkannya.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan  yang  demikian  itu)  supaya  kamu  jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Alloh tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)

Kamu ingat puasa kan? coba tengok manusia beriman yang puasa, dia menahan lapar dahaga sehari penuh, namun saat berbuka, akan terasa sangat nikmat air putih meskipun tanpa gula. Mari kusarankan kamu berpuasa dulu, tahan saja dulu semuanya. Karena akan terasa nikmatnya ketika kamu berbuka. Kamu paham maksudku kan? Hari ini, beberapa gadis muda juga sedang diuji niatnya. Contohnya saja Mbak rina. Sebenarnya sudah berjilbab sejak awal SMA dan alhamdulillah sampai kini mau wisuda belum pernah melepas jilbabnya kalau keluar dari rumah. Tapi hari ini Allah ingin menguji niat berjilbab Mbak rina dengan menjadikan jilbab menjadi tren fashion. Allah mau lihat Mbak rina membuktikan bahwa niatnya selama ini berjilbab adalah ikhlas karena tuntutan agama bukan karena alasan fashion yang sedang naik daun semata. Ternyata niatnya murni. Saudariku Lulus!!!.

Jadi kamu coba lihat pada dirimu, jauh didalam hatimu, siapa yang sebenarnya mencintaimu, siapa yang sebenarnya kau cintai, Cinta itu Kata kerja, dan cinta itu butuh bukti. Apakah orang yang mencintaimu itu tetap bertahan dalam cobaan apapun? Atau justru kapok? Lalu Apa niatmu akan berubah ketika banyak orang yang mengejekmu karena hijabmu kemudian kau tak mengenakannya karena takut diejek teman-teman? Apa kau mau menerima suap karena takut dipecat? Ayolah teman-teman, kita sama-sama tau cinta seperti apa yang kita butuhkan, kita sama-sama tau cinta seperti apa yang kita miliki, jika kau pria dan kau benar-benar mencintainya, buktikanlah, datangilah orang tuanya. Dan jika kamu wanita, dan kamu anggap ada pria yang benar-benar mencintaimu, maka mintalah ia untuk segera datang ke orangtuamu. Dan jika kau menjalaninya dengan cara yang salah, kau tau maksudku kan? biar kuperjelas, Jika kau masih saja mendukung gerakan pacaran sebagai wujud pembuktian cinta. Maaf, kau belum lulus ujian, dan kau akan tinggal kelas.

Kamu dan aku seperti anak panah, dan siapa busurnya?
busurnya adalah orang2 yang mengajari kita, orang tua, guru, senior, atasan, sebut saja semaumu.
lalu siapa sang pemanahnya? Dialah Yang Maha Tahu kemana anak panah akan diluncurkan.                                                                                               
sama sepertiku, kamu hanya harus terus melaju.
didepanku, dibelakangku, disampingku. terserah, kamu bebas.


Semoga Sahabat SC memahami makna cinta dari lain sisi :)

Related Post