Tarian Ujung Sumatra TARI SAMAN

Tarian Ujung Sumatra TARI SAMAN

TARI SAMAN

Sahabat semua yang in syaa Allah dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala pernah tidak melihat tarian tradisional yang berasal dari kampung Sahabat SC? In syaa Allah pasti pernah ya setidaknya saat kegiatan praktek pada pelajaran seni dan budaya 😊.

Nah, diantara Sahabat SC ada yang pernah melihat tarian yang asli dari Indonesia yang dimana penari cukup banyak jumlahnya, didominasi gerakan duduk dan dilakukan dengan sangat rapi. Adakah yang tau tarian apa itu?

Mau tau jawabannya?

Mau tau lebih lanjut salah satu tarian tradisional yang sudah membawa nama Indonesia ke ajang Internasional dan itu membuat kita sangat bangga sebagai warga negara Indonesia?

Yuk lanjut baca artikelnya.. 😊

Tarian yang aku maksud yaitu TARI SAMAN.

Tari Saman merupakan tarian asli, tarian tradisional yang berasal dari Aceh yang ditarikan oleh sekelompok orang, baik laki-laki maupun perempuan dengan posisi duduk bersila seperti tahiyat akhir dalam shalat. Selain itu, Tari Saman merupakan ritus sejarah, dengan karakteristik gemuruh dan serempak, dengan ritme yang komposisional ketat kemudian membentuk ragam tarian Aceh yang mengisahkan kondisi jiwa masyarakat sebagai manusia maritime terhadap problematika kehidupan.

Tari Saman memiliki keunikan dalam bentuk gerakannya, salah satunya yaitu gerak angguk. Gerakan ini seperti orang yang berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Gerak angguk memberikan arti bahwa manusia hidup di dunia ini diwajibkan untuk berdzikir kepada Allah. Bukan hanya manusia, bahkan hewan dan tumbuhan pun juga senantiasa bertasbih atau berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Pada aspek gerakannya, Tari Saman menggunakan Gerakan yang lambat, makin cepat dam akhirnya cepat. Sahabat SC pasti akan tercenggang ketika melihat tarian Saman dengan ritme sangat cepat dan pasti takjub kepada para penarinya bagaimana caranya bisa menari dengan ritme cepat, rapi dan sampai tidak ada salah dalam gerakannya? Sungguh kompak satu sama lain dalam menghayati tarian ini.

Dalam melakukan gerakan-gerakannya, seorang penari tidak diperbolehkan memikirkan gerakan yang akan ditarikan. Penari hanya mengikuti alunan musik dan syair tanpa menyadari gerakan apa yang sedang ditarikannya.

Tari Saman yaitu tarian yang menjadi identitas masyarakat Suku Gayo. Tari Saman dari Aceh ini umumnya disajikan ketika sedang ada acara-acara penting dalam adat. Tari Saman menggunakan syair bahasa arab dan bahasa gayo. Tari Saman juga ditampilkan dalam rangka merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW (kelahiran nabi muhammad SAW).  Pada 24 November 2011, Tari saman telah ditetapkan sebagai Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia oleh UNESCO pada Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda.


Sejarah Tari Saman

Mengapa tarian ini dinamakan tari Saman? Tarian ini di namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Gayo bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah. Tari Saman mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan

Pada mulanya, tari saman hanya ditampilkan untuk acara-acara tertentu, khususnya pada saat merayakan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam.

Biasanya, tari Saman ditampilkan di bawah kolong yang disebut Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari Saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. 

Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.

Tari Saman biasanya ditampilkan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syekh. Penari Saman dan Syekh harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang kompak dan harmonis.


Penari Tari Saman

Para pemain Tari Saman ini terdiri dari pemuda laki-laki maupun perempuan yang menggunakan pakaian adat. Pada umumnya, Tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan penari, namun jumlahnya harus ganjil. Ada Pendapat lain yang mengatakan bahwa Tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, dalam perkembangan di era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk melakukan tarian ini, diperlukan kerja sama yang baik di antara penari. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syeikh. Selain mengatur gerakan para penari, Syeikh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman yang disebut ganit.

Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh 17 orang penari dengan ketentuan sebagai berikut.

  • Penari nomor 9 disebut Pengangkat yang merupakan tokoh utama dalam tari Saman. Ia menentukan gerak tari sambil melagukan syair-syair.
  • Penari nomor 8 dan 10 disebut Pengapit
    Pengapit merupakan tokoh yang membantu pengangkat, baik dalam gerak tari maupun syair yang dilagukan.
  • Penari nomor 2-7 dan 11-16 disebut Penyepit
    Penyepit merupakan penari biasa yang mendukung gerak tari yang diarahkan oleh Pengangkat.
  • Penari nomor 1 dan 17 disebut Penupang
    Penupang adalah penari yang berada di paling ujung kiri dan kanan. Selain berfungsi menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus.

Nyanyian Tari Saman

Sebelum tari Saman dimulai ada sebuah pembukaan yang dilakukan oleh seseorang yang berusia cukup tua, cerdik dan pandai atau yang biasa disebut pemuka adat dari masyarakat setempat untuk menyampaikan nasihat-nasihat yang bermanfaat bagi para pemain atau mereka yang menyaksikan tari saman.

Dalam menyanyikan lagu dan syair pada tari Saman dilakukan secara bersamaan dan berkelanjutan. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.

2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.

3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.

4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak

5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.


Gerakan Tari Saman

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman, Yaitu Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama islam, Syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam untuk memudakan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo)
. Tari saman membutuhkan keseragaman formasi dan ketepatan waktu, jadi para penari harus memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat membawakan tari sampan dengan sempurna.

Tari Saman, posisi penari duduk berlutut dan berat badan tertekan pada kedua telapak kaki. Pola ruang pada tari saman terbatas pada ketinggian posisi badan, dari posisi duduk berlutut berubah ke posisi di atas lutut yang disebut berlembuku. Gerakan ini merupakan level paling tinggi. Adapun level paling rendah saat penari membungkuk ke depan 45O yang disebut tungkuk atau saat penari miring ke belakang sampai 60O yang disebut langat.
Ada pula gerakan tari Saman yang disertai miring ke kiri atau ke kanan yang disebut singkeh. Selain itu, ada gerak badan dalam posisi duduk melenggang ke kanan-depan atau ke kiri-belakang yang disebut lingang. Dalam tari Saman, gerakan tangan yang sangat dominan karena
berfungsi sebagai gerak dan musik.

Gerakan tangan dalam tari Saman antara lain sebagai berikut.
• Cerkop, yaitu gerakan kedua tangan berhimpit dan searah.
• Cilok, yaitu gerak ujung jari telunjuk seakan mengambil sebuah benda ringan seperti garam.
• Tepok, yaitu gerakan tangan yang dilakukan dalam berbagai posisi, misalnya horizontal atau baling-baling.

 

Adapun gerak kepala dalam tari Saman adalah sebagai berikut :
• Anguk, yaitu gerakan kepala seperti mengangguk dalam tempo lambat sampai cepat.
• Girek, yaitu gerakan kepala berputar seperti baling-baling.

Tari Saman dilakukan tanpa alat musik. Adapun pengiring tari Saman adalah gerakan tangan dan badan penari.
Berikut ini beberapa cara untuk mendapatkan bunyi-bunyian bertempo sedang sampai cepat.
• Tepukan kedua belah tangan, biasanya bertempo sedang sampai cepat.
• Tepuk kedua telapak tangan ke dada, biasanya bertempo cepat.
• Tepukan sebelah telapak tangan ke dada, biasanya bertempo sedang.
• Gesekan ibu jari dengan jari tengah, biasanya bertempo sedang.

Dalam pertunjukkan tari Saman, semua gerakan tersebut digabungkan sehingga menghasilkan tarian yang indah. Kekuatan tari Saman tidak hanya dari syair yang dilakukan saja, namun gerakan yang kompak juga menjadi nilai lebih dalam tarian ini.
Yap, begitulah mengenai tarian yang sangat memukau akan kekompakkannya dan dapat membuat bangga Indonesia akan ragam budaya tariannya. Barakallahu fii kum semoga bermanfaat ya Sahabat SC :)

Related Post