Yuk Kenali COVID 19

Yuk Kenali COVID 19

2019 nCov merupakan jenis corona virus baru yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan. Jenis virus RNA yang satu kelompok dengan virus MERS CoV, SARS CoV, dan corona virus penyebab flu biasa. Corona virus pada umumnya terdapat pada hewan tetapi beberapa dapat menginfeksi ke manusia (zoonosis) termasuk nCoV ini, saat ini diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Sumber awal virus ini diduga berasal dari kelelawar, karena kemiripan genom (materi genetic) nCoV dengan coronavirus di kelelawar.

Saat menginfeksi manusia, virus ini berikatan dengan suatu reseptor bernama ACE2. Reseptor ini ternyata lebih banyak terekspresi pada laki-laki dan banyak pada ras Asia daripada kulit putih. Hal ini diduga menjadi alasan mengapa kebanyakan pasien nCoV adalah laki-laki dan mayoritas adalah ras Asia (Cina).

Karakteristik Coronavirus yang kemungkinan dimiliki nCoV :

1. Sensitif pada pernafasan (virus mati pada pemanasan suhu tertentu, dari penelitian pada suhu 60 derajat jumlah virus sudah menurun drastic, sedang pada suhu rendah virus terkonservasi).

2. Sensitive terhadap desinfektan, alkohol 70 % atau handsanitizer pada umumnya sudah dapat membersihkan dan mematikan virus.

3. Di Indonesia merupakan negara tropis, adapun sinar UV alami yang mampu menghambat aktivitas virus.

PENULARAN nCoV 

nCoV dapat menular melalui droplet cairan tubuh, kontak erat/intensif dengan penderita atau barang dan lingkungan tercemar nCoV. Kontak yang dimaksud adalah kontak pada jarak sekitar 1 meter atau kontak yang sering dengan sumber penularan.

GEJALA KLINIS

nCov menyerang sel epitel saluran nafas atas dan sel epitel usus halus. Sehingga gejala yang muncul mirip dengan flu biasa (demam, batuk, neuralgia, sesak dan diare). Pada kasus berat, dapat menyebabkan pneumonia. Masuknya virus dapat menimbulkan terjadinya respon imun berupa pelepasan sitokin dalam jumlah banyak yangh dikenal dengan badai sitokin yang dapat menyebabkan sesak sehingga membutuhkan ventilator. Gejala lain dari nCoV adalah jumlah leukosit yang normal, dimana pada umumnya virus menyebabkan leukopenia (leukosit rendah). Tambahannya yaitu ketika ada seseorang yang berpergian ke daerah outbreak  atau ada kontak dengan seseorang yang positif terkena nCoV.

Masa inkubasi virus sekitar 14 hari (masa sejak pasien terinfeksi hingga muncul gejala yang telah dijelaskan sebelumnya). Masa inkubasi nCoV yang relatif lama ini yang menyebabkan thermal scanner di bandara kurang efektif karena bisa jadi orang tersebut terinfeksi sebelum demam dan bisa lolos dari deteksi thermal scanner.

Tingkat keparahan nCoV relatif rendah 3 – 5 % jika dibandingkan dengan wabah sebelumnya :

  • SARS CoV (10%)           - H5N1 (80%)
  • MERS CoV (37%)

Kebanyakan pasien yang meninggal adalah pasien yang memiliki penyakit bawaan seperti jantung, hipertensi, stroke, diabetes, dan lain-lain. Hanya saja nCoV ini mempunyai nilai R0 (R-nought) yang relatif tinggi.  WHO memperkirakan R0nya sekitar 1,4 – 2,5. Sementara model terbaru menunjukkan nilai sekitar 3,6 – 4,0 yang artinya satu orang yang terinfeksi dapat menginfeksi sekitar 3 hingga 4 orang. Sehingga kemungkinan penyebarannya tinggi (data terakhir bahwasanya sejak tanggal 1 Maret belum ada kasus yang terdeteksi warga Indonesia positif terkena nCoV, hingga pada tanggal 15 Maret sudah tercatat 5.516 kasus nCoV, dengan jumlah kematian 496 dan jumlah pasien yang sembuh mencapai 548)

Deteksi : untuk mendeteksi ada tidaknya nCoV pada diri kita yaitu dengan cara pengambilan sampel saluran nafas atas (swab tenggorokan) untuk selanjutnya  RT PCR atau sekuensing untuk mendeteksi materi genetik dari virus pada pasien.

Pengobatan dan vaksin :

Saat ini belum ada obat yang menyembuhkan maupun vaksin yang mencegah penyakit ini. Obat yang ada adalah obat suportif untuk meningkatkan system imun dan mengurangi keparahan gejala. Beberapa tindakan yang dilakukan rumah sakit :

  • Isolasi pasien untuk mencegah penyebaran infeksi
  • Serial CT Scan untuk mengamati perkembangan penyakit
  • Pemberian antibiotic karena biasanya disertai infeksi bakteri
  • Pemberian steroid tidak disarankan karena dapat menurunkan system imun

 

Pencegahan nCoV :

1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat

2. Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handzanitizer

3. Menggunakan masker. Cuci tangan sebelum menggunakan masker. Selesai menggunakan masker medis langsung diobek atau digunting untuk menghindari penggunaan berulang oleh orang lain dan langsung di buang, kemudian cuci tangan kembali.

4. Menghindari daerah outbreak  dan kontak dengan sumber penularan (orang sakit, benda, makanan yang mungkin tercemar).

5. Apabila mengkonsumsi daging, masaklah daging sampai benar-benar matang.

6. Pisahkan pisau untuk makanan mentah dan makanan matang untuk mencegah infeksi dari makanan mentah.

7. Terapkan etika batuk/bersin. Gunakan lengan sisi bagian dalam atau tutup mulut dengan tissue saat batuk dan bersin. Hindari menggunakan telapak tangan.

8. Jaga imunitas dengan mengkonsumi makanan buah dan buah yang bergizi serta bersih.

9. Dan hal yang paling utama adalah berdoa, memohon perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk selalu diberikan kesehatan dan dijauhkan dari wabah nCoV  yang sedang terjadi.

 

Dari penjelasan di atas, maka pemerintah mengambil tindakan mengenai PSBB untuk memutus rantai penyebaran nCoV. Sahabat SC sekalian, jaga kesehatan dan semangat ya. Perbanyak berdoa semoga wabah ini segera hilang dan semua pasien yang terkena nCoV bisa segera sembuh dan pulang ke rumah masing-masing, berkumpul dengan keluarga lagi :). aamiin ya robbal alamiin.

Narasumber

  • dr. Fera Ibrahim (Ahli Mikrobiologi dari departemen Mikrobiologi FKUI)
  • dr. Erlin Burhan (RS Persahabatan)

Related Post