Masker Kain untuk Cegah Covid-19

Masker Kain untuk Cegah Covid-19

Sahabat SC yang tercinta, dalam kondisi pandemi COVID-19, adanya peningkatan dalam penggunaan masker, sampai-sampai diawal kasus COVID-19 semua orang memborong masker untuk keluarganya, dengan lonjakan penggunaan masker di masyarakat maka harga masker pun mengalami pelonjakan juga. Sebelum adanya pandemi ini harga masker bedah dengan merk sensi bisa kita dapatkan dengan isi 50 helai kita cukup membayar Rp. 20.000. kemudian sejak adanya wabah ini harga naik sampai 1o – 20 kali lipat yang dimana banyak para penjual memberikan harga Rp. 300.000 – Rp. 1.000.000. Untuk masker dengan merk N95 yang awalnya dijual dengan harga Rp. 20.000 per lembar, dengan adanya wabah ini dijual satu kotak mencapai Rp. 1.400.000 yang berisi 20 lembar masker. Dan sekarang masker adalah salah satu barang yang tidak pernah luput dari jangkauan kita ketika beraktivitas di luar rumah.


Perlu sahabat ketahui terlebih dahulu apa itu masker ?

Masker adalah salah satu bentuk perlindungan pernafasan yang digunakan sebagai metode untuk melindungi seseorang dari menghirup zat-zat bahaya atau kontaminan yang berada di udara, perlindungan pernafasan atau masker tidak dimaksudkan untuk menggantikan metode pilihan yang dapat menghilangkan penyakit, tetapi digunakan untuk melindungi secara memadai pemakainya. Masker secara luas digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap partikel dan aerosol yang dapat menyebabkan bahaya bagi sistem pernafasan yang dihadapi oleh orang yang tidak memakai alat pelindung diri, bahaya partikel dan aerosol dari berbagai ukuran dan sifat kimia yang berbeda dapat membahayakan manusia, maka NIOSH merekomendasikan masker yang menggunakan filter.


Jenis Masker mempunyai Jenis Sebagai Berikut :

1. Quarter mask adalah sebuah respirator yang meliputi hidung dan mulut dengan penutup wajah memanjang dari atas hidung sampai bawah mulut , masker ini biasanya digunakan untuk perlindungan terhadap bahaya partikel yang rendah.

2. half mask adalah sebuah respirator setengah topeng yang menutupi hidung dan mulut dengan penutup wajah yang memanjang dari atas hidung kebawah dagu, masker ini digunakan untuk semua jenis bahaya, termasuk partikel, uap dan gas yang dapat membahayakan pemakaianya.

3. full facepiece adalah sebuah respirator dengan penuh penutup wajah yang mencangkup seluruh kepala, masker ini biasanya digunakan pada partikel, aerosol dan gas yang dapat mengiritasi mata.


Fungsi Masker

Masker mempunyai beberapa fungsi dan filter yang digunakan untuk melindungi dari paparan bahaya gas, partikel dan aerosol. Tipe masker yang digunakan menurut 3M Occupational Health and Enviromental Safety Division (2010) yaitu :

1. N-series filter

Masker tipe N-series mempunyai keterbatasn yang digunakan untuk aerosol yang bebas minyak, masker ini dapat digunakan untuk partikular padat dan cair yang dapat membahayakan sistem pernafasan. Masker ini mempunyai dua tipe yaitu masker N95 dimana masker tersebut dapat menyaring partikel sekitar 95% dengan 0.3 μm Nacl aerosol, sedangkan masker N100 paling sedikit apat menyaring 99,97% yang berukuran 0.3 μm Nacl aerosol.

2. R-series filter

Masker tipe R-series sebuah masker yang belfilter untuk mengurangi setiap partikel bahaya yang berbasis aerosol minyak yang dapat membahayakan tubuh dan masker ini hanya digunakan untuk 8 jam. Masker ini mempunyai tipe yaitu R95 dimana masker tersebut dapat menyaring 95% aerosol minyak yang berukuran 0.3 μm DOP (Dioctyl Phthalate) aerosol.

3. P-series filter

Masker tipe P-series filter sebuah masker yang berfilter untuk mengurangi partikel apapun termasuk cairan atau aerosol yang berbasis minyak. Masker ini mempunyai tipe P95 dimana dapat menyaring 95% aerosol minyak yang berukuran 0.3 μm DOP (Dioctyl Phthalate) aerosol, sedangkan tipe P100 ini mempunyai catridge yang dapat menyaring 99,97% aerosol minyak yang berukuran 0.3 μm DOP (Dioctyl Phthalate) aerosol.

Masker P100 merupakan masker yang mempunyai filter atau catridge yang berfungsi untuk menyaring partikel apapun termasuk partikel atau cairan yang berbasis aerosol minyak, NIOSH mengharuskan masker tipe P-series ini tidak lebih digunakan dari 40 jam atau penggunaan selama 30 hari. (Occupational Health & Environmental Safety Division, 2010)


Karena pandemi COVID-19, masker medis atau masker bedah semakin langkah dan sosok yang sangat membutuhkan masker medis yaitu tenaga medis yang berinteraksi secara langsung oleh pasien dan para pasien yang tercatat positif terinfeksi COVID-19. Jika diantara Sahabat tidak merasakan gejala-gejala yang mengindikasikan terinfeksi COVID-19 kita bisa menggunakan alternative lain yaitu masker kain. Masker kain mudah dibuat dan bisa dipakai secara berulang, hanya saja kita harus memperhatikan lama waktu pemakaiannya.

Masker kain menjadi pilihan sebagian masyarakat di tengah kelangkaan masker bedah dalam upaya melindungi diri dari virus corona jenis baru Covid-19. Dokter sekaligus Kepala Departemen Ilmu Kesehatan THT Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Dr. dr. Bambang Udji Djoko Rianto, Sp.THT (K)., M.Kes., mengatakan penggunaan masker kain kurang efektif dalam mencegah penularan Covid-19 dan hanya bisa dipakai sebagai alternatif terakhir.

“Masker kain tidak dapat memproteksi masuknya partikel. Penetrasi masuk partikel kalau pakai masker kain ini 97 persen bisa tembus masker, perlindungannya hanya 3 persen saja,”jelasnya saat dihubungi Selasa (14/4).

Beliau menyebutkan mekanisme penularan virus antara lain melalui percikan air ludah (droplet) dan airbone (partikel kecil yang terbawa udara). Masker kain tidak memiliki perlindungan layaknya masker bedah yang terdiri dari 3 lapis. Tiga lapisan pada masker bedah yakni lapisan luar anti air untuk melindungi droplet, lapisan tengah sebagai filter kuman, dan lapisan dalam untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut pemakai. Tingkat perlindungan masker bedah ini sekitar 56 persen bagi partikel droplet berukuran nanometer.

“Ketiganya tidak didapat dari masker kain biasa dan ini bahaya. Sebab, begitu virus nempel bisa menembus di sela pori-pori kain,” tutur dokter THT RSUP Dr. Sardjito ini.

Sedangkan masker N95 memang memiliki tingkat efektivitas pencegahan penularan terbaik karena memiliki kerapatan yang lebih padat dibanding masker bedah dan masker kain. Masker jenis ini mempunyai proteksi yang baik untuk droplet maupun aerosol. Masker ini banyak digunakan tenaga kesehatan yang melakukan kontak langsung dengan pasien.

“Efektivitas pencegahan masker N95 ini paling baik, tetapi tidak disarankan untuk penggunaan sehari-hari bagi orang sehat karena bisa menyebabkan kesulitan nafas,” terangnya.

Bambang menyampaikan terdapat penelitian yang dilakukan dengan membandingkan efektivitas pengunaan masker bedah dengan masker kain. Penelitian tersebut telah diterbitkan pada jurnal BMJ Open (2015) berjudul A Cluster Randomise Trial of Cloth Masks Compared with Medical Masks in Healthcare Workers. Dalam penelitian yang dilakukan di Hanoi, Vietnam pada 1.607 rumah sakit diketahui bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara penggunaan masker bedah dan masker kain dalam mencegah infeksi saluran pernafasan maupun infeksi virus.

”Hasilnya sangat luar biasa, ternyata orang yang pakai masker kain kemungkinan menderita infeksi saluran nafas dan infeksi virus 13 kali lebih besar dibandingkan dengan yang memakai masker bedah. Ini kan bahaya sekali,”urainya

Virus corona jenis baru memiliki ukaran kecil dalam ukuran 0,125 mikrometer atau 125 nanometer. Sementara itu, pada kain tidak memiliki kerapatan yang cukup dalam menyaring partikel yang sangat kecil. Kendati begitu masker kain ini bisa menjadi pilhan terakhir jika ketersediaan masker bedah sangat sulit didapatkan.

Misalnya, ingin menggunakan masker kain untuk proteksi diri, Bambang menyarankan masyarakat untuk melapisi masker kain 2 lapis dengan tisu di tengahnya. Hal tersebut dilakukan agar bisa meningkatkan perlindungan terhadap kemungkinan masuknya partikel ke dalam masker.

“Memang sampai sekarang belum ada riset yang meneliti efektivitas penggunaan masker kain 3 lapis ini. Namun, logikanya kan lebih rapat jadi bisa lebih memproteksi dari infeksi virus,”paparnya.

Bambang kembali menegaskan bahwa masker kain dapat dipakai sebagai alternatif terakhir untuk melindungi diri dari ancaman penularan Covid-19. Namun, faktor-faktor lain juga harus dipatuhi agar bisa mencegah penularan seperti physical distancing, menghindari kerumunan, rajin cuci tangan dengan sabun, dan menjaga kebersihan.

“Patuhi physical distancing  untuk membantu memutus penularan Covid-19,”tutupnya.

Bagaimana Sahabat in syaa Allah paham ya ?

Jadi kita juga perlu memperhatikan penggunaan masker kain, dari lama penggunaannya, bahan yang digunakan dan yang terpenting kita ikuti aturan PSBB untuk memutus penyebaran COVID-19. Semoga bermanfaat dan jaga kesehatan ya Sahabat SC 😊

 

Kata Kunci Pencarian : Masker Kain COVID-19 | produsen jakarta | produsen depok | produsen bogor | produsen tangerang | produsen bekasi | produsen cikarang | produsen karawang | pabrik jakarta | pabrik depok | pabrik bogor | pabrik tangerang | pabrik bekasi | pabrik cikarang | pabrik karawang | konveksi jakarta | konveksi depok | konveksi bogor | konveksi tangerang | konveksi bekasi | konveksi cikarang | konveksi karawang | pembuatan jakarta | pembuatan depok | pembuatan bogor | pembuatan tangerang | pembuatan bekasi | pembuatan cikarang | pembuatan karawang | produksi jakarta | produksi depok | produksi bogor | produksi tangerang | produksi bekasi | produksi cikarang | produksi karawang | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |

Related Post