Sekarang Physical Distancing, Bukan Social Distancing

Sekarang Physical Distancing, Bukan Social Distancing

Beberapa bulan ini di Indonesia, negara tercinta kita sedang mengalami kondisi yang kurang kondusif karena adanya wabah COVID-19. Kemudian pemerintah memberlakukan aturan yang sebelumnya diberinama social distancing.

Physical distancing adalah istilah baru dari social distancing. Sebenarnya maknanya sama saja. Kita tetap diminta untuk berdiam di rumah, menjauhi kerumunan, menghindari kontak fisik dengan orang banyak, dengan tujuan untuk menghindari penularan serta memutus rantai penyebaran virus Corona. 

Beberapa waktu yang lalu, penggantian istilah social distancing menjadi physical distancing ini resmi diberlakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Alasannya, karena berdiam diri #dirumahaja bukan berarti memutus kontak dengan keluarga, teman, dan kerabat secara sosial. Kita tidak diminta untuk berhenti bersosialisasi.

Semua yang mengisolasi di rumah tetap bisa berkomunikasi secara online. Baik melalui aplikasi chatting, media sosial, atau bisa juga video call. Bahkan saat ini, permainan game online yang melibatkan banyak orang juga makin digemari, karena ampuh mengusir rasa bosan dan kesepian selama #dirumahaja. Selama di rumah, kamu tetap bisa berkomunikasi dengan banyak orang. Cukup hidupkan gadget milikmu dan ngobrol sepuasnya. Saat ini, jarak bukanlah hambatan untuk bisa tetap bersosialisasi!

Jadi, hal ini membuktikan, kalau himbauan pemerintah untuk kita tetap di rumah tidak membuat kita serta merta kesepian dan tidak bersosialisasi. Di jaman yang serba canggih seperti sekarang ini, berbagai cara sudah bisa dilakukan secara online. Mulai dari bersosialisasi, bekerja, bahkan belanja keperluan sehari-hari, semua bisa kamu lakukan dari rumah.

Physical distancing punya beberapa contoh. Mulai dari bekerja dari rumah (work from home), belajar di rumah bagi pelajar, menunda pertemuan atau acara yang dihadiri banyak orang, hingga tidak mengunjungi orang yang sedang sakit (cukup melalui telepon atau video call). Nah, lewat Physical distancing diharapkan penyebaran virus corona bisa diperlambat, bahkan dihentikan. 

Kalaupun punya keperluan mendesak dan mewajibkan kamu pergi keluar dari rumah, physical distancing ini tetap bisa dilakukan. Caranya, kamu harus menjaga jarak paling tidak satu hingga dua meter dari orang lain. Ini merupakan jarak aman penyebaran virus, apabila seseorang yang terjangkit Covid-19 tiba-tiba bersin. Selain itu, kamu juga perlu menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan. Semakin sedikit orang-orang yang ada di tempat umum, makin kecil juga kemungkinan virus menyebar lebih luas. 

Pertanyaannya, mengapa WHO mengganti frasa “social distancing” menjadi “physical distancing”?

1. Jangan Memutus Kontak Sosial

Frasa social distancing boleh dibilang menjadi perintah untuk berdiam diri di rumah. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona. Akan tetapi, penggunaan frasa ini dinilai kurang pas. Ini karena, social distancing bisa disalahartikan dengan, memutus kontak dengan teman atau keluarga secara sosial. Padahal, kontak sosial juga tak kalah penting di tengah-tengah pandemi COVID-19

Nah, dengan diubahnya social distancing menjadi physical distancing oleh WHO, diharapkan masyarakat global menjaga jarak fisik. Bukannya memutus kontak sosial dengan keluarga atau orang lainnya. 

Menurut Maria Van Kerkhove, pemimpin teknis untuk respons COVID-19, sekaligus kepala unit penyakit dan zoonosis di WHO, saat ini berdiam di rumah atau mengurangi aktivitas publik lainnya, dapat membantu kita untuk terhindar dari penularan virus corona.

Maria juga menegaskan, physical distancing bukanlah menjaga jarak sosial, tetapi jarak fisik. "Namun, menjaga jarak fisik bukan berarti kita memutus hubungan sosial dengan orang yang kita cintai, dari keluarga kita," ujarnya dalam dokumen resmi WHO, Emergencies Press Conference on coronavirus disease outbreak - 20 March 2020.
2. Kesehatan Mental Tak Kalah Penting

Selama masa sulit pandemi COVID-19, penting untuk terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Keduanya bisa membantu kita untuk melawan COVID-19, bahkan ketika tubuh telah terinfeksi corona virus. Itulah saran yang dikatakan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam dokumen di atas. 

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental di tengah pandemi COVID-19 dan physical distancing. Mulai dari melakukan teknik relaksasi, beryoga, mendengarkan musik, membaca buku, dan berbagi kisah dengan orang lain yang kita percaya. 

3. Perlu Strategi Lain

Melawan COVID-19 tak hanya cukup mengandalkan physical distancing. Menurut pakar WHO lainnya, Michael Ryan, Direktur Eksekutif Masalah Kedaruratan Kesehatan di WHO, harus ada tindakan lain untuk menangani virus corona. Seperti apa? 

Dirinya mengatakan, mengidentifikasi kasus dan melacak kontaknya (tracking contact), merupakan cara lain yang terus harus dilakukan. Cara ini bisa memisahkan virus dari populasi, sehingga kecepatan penularannya bisa diperlambat. 

Namun, bila penyakit ini telah mencapai tingkat tertentu, terutama dalam penularan komunitas, dan tak mungkin lagi mengidentifikasi semua kasus atau semua kontak, maka kita perlu memisahkan semua orang dari orang lain. Di sinilah peran physical distancing. Physical distancing dilakukan karena kita tak tahu persis siapa yang mungkin telah terinfeksi.

Ahli tersebut juga mengatakan, bila penemuan kasus (tracing), isolasi, mengkarantina yang diduga terinfeksi terus-menerus dilakukan, maka penerapan physical distancing tak perlu dilakukan secara ekstrim. 

Michael menyebut Singapura sebagai contohnya. Negara tersebut benar-benar berkomitmen pada konsep penyelidikan kasus, investigasi cluster, isolasi kasus, dan karantina. Michael mengatakan, pemerintah di sana benar-benar “terjebak” pada tugas itu. 

Nah, berkat strategi ini pemerintah di Singapura tak perlu menutup sekolah-sekolah di sana. Kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung. Physical distancing tak perlu diterapkan secara ekstrim.

Kita sebagai warga Indonesia yang baik, untuk sementara kita tetap ikuti himbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah saja, ya. Dengan melakukan physical distancing, kita sudah membantu diri sendiri dan banyak orang, supaya penyebaran virus Corona tidak meluas lagi. Sekali lagi Sahabat SC tetap jaga diri, konsumsi makanan sehat, jangan lupa olahraga, dan sering-sering mencuci tangan ya dengan sabun serta air bersih. Semangat dan jaga kesehatan ya 😊

Related Post